Harga Kopi Gayo Anjlok, Petani Tagih Jokowi: Pemerintah Tidak Ada Keseriusan

16 Oktober 2020, 09:25 WIB
Ilustrasi pohon kopi Gayo. /Pixabay/fadhilasqar

PR BEKASI - Kopi Gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Kopi Gayo juga cukup terkenal di dunia internasional karena memiliki aroma dan cita rasa yang khas dibandingkan jenis kopi lainnya.

Bahkan, kopi Gayo juga beberapa kali meraih penghargaan sebagai kopi terbaik di dunia. Hal itu tentu membuat kopi Gayo menjadi salah satu varietas kopi yang memiliki harga termahal di dunia.

Namun kini, harga jual kopi Gayo diketahui mengalami penurunan dan belum tampak adanya tanda-tanda kenaikan.

Baca Juga: Soroti Perlakuan Aparat ke Aktivis KAMI, Fadli Zon: Kolonialis Belanda Lebih Sopan dan Manusiawi 

Padahal, saat ini petani kopi di Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah mulai memanen kopi sebagai tanaman komoditas utama ekonomi masyarakat Gayo.

Petani kopi di Bener Meriah Iwani Ramadhan mengaku, saat ini harga kopi merah atau kopi gelondong dengan takaran satu kaleng atau 10 bambu hanya dihargai Rp60.000.

Padahal sebelum terjadi pandemi Covid-19 atau tepatnya di akhir tahun 2019, harga 'emas merah' dari wilayah Aceh Tengah itu sempat dibanderol Rp120.000 untuk takaran 1 kaleng.

“Banyak petani rasakan saat ini, terutama saya sendiri, di Bener Meriah. Harga kopi sekarang ini terlalu anjlok dibandingkan tahun lalu. Tahun sebelumnya hitungan dari petani biasa, 10 bambu itu Rp120.000. Sekarang sangat anjlok, petani kehilangan separuh pendapatan dari kopi, sampai 50 persen 60 persen,” kata Iwani Ramadhan, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI, Jumat, 16 Oktober 2020.

Baca Juga: Foto Baliho 'Siap Menjadi Nomor 1' Viral, Arief Muhammad: Ini Bukan Prank 

Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada dampak berarti atau campur tangan pemerintah dalam mengondisikan harga agar petani terbantu.

“Saya lihat pemerintah kurang fokus. Enggak ada keseriusan menghadapi stabilitas harga kopi. Menyesalkan tindakan pemerintah yang fokus Omnibus Law, tambang, dan lain sebagainya. Saya tidak salahkan isu itu, tapi saya mohon, pemerintah fokus terhadap (harga) kopi,” kata Iwani.

Sementara itu petani kopi di Kecamatan Bintang, Sahwin berharap ada jalan keluar diberikan pemerintah agar nilai jual kopi Gayo kembali mahal.

Dia mengaku, sempat mendengar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan membeli kopi masyarakat Gayo dengan anggaran mencapai Rp1 triliun.

Baca Juga: Sangkal Tudingan Mahfud MD, Gatot Nurmantyo: Belum 2 Bulan Terbentuk, Dituding Kerahkan Jutaan Orang 

Hal itu pernah disampaikan presiden melalui Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Dan kini, masyarakat berharap janji yang pernah disampaikan presiden melalui Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu segera terwujud.

“Sudah kita lihat di berita. Pak Jokowi Presiden kita ingin membeli kopi Gayo. Tapi saat ini belum terealisasi. Masyarakat sekarang menunggu janji, apa yang dibicarakan Pak Jokowi yang mau membeli kopi Gayo,” kata Sahwin.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler