Rujukan Khutbah Jumat di Minggu Pertama Ramadhan, Merugilah Mereka yang Tidak Bertaubat

- 13 Maret 2024, 14:49 WIB
Ilustrasi khutbah Jumat Ramadhan.
Ilustrasi khutbah Jumat Ramadhan. /Pexels/David McEachan

"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Selain itu, Ibnu Katsir berkata: “Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada semua orang yang durhaka, mulai dari orang-orang kafir dan lainnya, untuk bertaubat dan bertaubat, serta pesan bahwa Allah mengampuni segala dosa bagi orang-orang yang bertaubat dan berpaling darinya, betapapun banyaknya, dan bagaikan buih di lautan, tidaklah benar menafsirkan ayat ini tanpa taubat,"

Allah Yang Maha Esa telah memberikan hamba-hamba-Nya perlindungan yang aman dalam bertaubat dan berpaling kepada-Nya, di mana orang yang bersalah masih diberi kesempatan bertaubat, mengakui dosa, menyesali perbuatannya, untuk menemukan di dalamnya apa yang mengubah hidupnya dari kesengsaraan dan kegelapan kemaksiatan, menjadi cahaya dan kebahagiaan dari taubat dan ketaatan, dan oleh karena itu Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk melakukannya.

Sementara itu Al-Saadi dalam tafsirnya pun berkata: "Tidak ada jalan menuju sukses kecuali melalui taubat, yaitu kembalinya apa yang dibenci Allah, lahiriah dan batiniah, kepada apa yang disukai-Nya, lahiriah dan batiniah. Hal ini menandakan bahwa setiap mukmin perlu melakukan pertobatan, karena Allah telah menyapa semua orang yang beriman.”

Diketahui bahwa salah satu nikmat Allah SWT yang terbesar dan terhebat atas hamba-hamba-Nya yang beriman adalah Dia memampukan mereka mencapai bulan Ramadhan.

Allah melebihkan bulan yang penuh berkah ini dibandingkan bulan-bulan dan hari-hari lainnya. Dengan dosa dan keburukan diampuni, pahala dan amal shaleh dilipatgandakan, dan pintu-pintu surga dibuka dan ditutup, pintu-pintu neraka, dan Allah akan melepaskan hamba-hamba-Nya dari api yang ada di dalamnya.

Nabi Muhammad SAW biasa menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat radhiyallahu 'anhu atas kedatangan Ramadhan, karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan, keutamaan, dan keberkahan yang besar.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa, yang di dalamnya akan dibukakan pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Dan di dalamnya ada malam yang penuh berkah, lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi kebaikannya, maka dia sungguh terhalangi".

Banyak hadits shahih yang diriwayatkan yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan beserta kebaikan, rahmat, keutamaan dan keberkahan yang dikandungnya. Oleh karena itu, umat Islam menantikannya dengan penuh kerinduan, bergembira karenanya, serta menerimanya dengan baik, mempersiapkannya dengan taubat yang ikhlas dan tekad untuk berikhtiar dan beribadah selama Ramadhan, agar kebaikan dan karunianya dilimpahkan kepadanya. Dan di antara orang-orang yang diterima itulah orang-orang yang beruntung.

Karena keagungan bulan Ramadhan dan kebaikan, keberkahan, dan terbebasnya dari neraka yang dikandungnya, maka Nabi Muhammad SAW mengimani do’a Jibril ketika beliau shalat terhadap orang-orang yang mencapai bulan Ramadhan dan bersikeras untuk mendurhakai Allah dan tidak bertaubat kepada-Nya, serta tidak memanfaatkan waktu dan hari mereka dalam menaati dan beribadah kepada-Nya.

Halaman:

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah