Cek Fakta: Alat Tes Covid-19 dari Tiongkok Disebut sebagai Upaya Pembunuhan Massal Ulama

- 21 Januari 2021, 17:06 WIB
Ilustrasi alat tes Covid-19
Ilustrasi alat tes Covid-19 /Pixabay/webandi

PR BEKASI - Beredar sebuah pesan yang beredar di grup WhatsApp yang menyebutkan bahwa alat tes Covid-19 dari Tiongkok berbahaya

Artikel yang berbedar tersebut diberi judul "Menteri Australia: Alat Tes Corona Asal Tiongkok Berbahaya" itu dicari kebenarannya.

Namun faktanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Jabar Saber Hoaks, narasi tersebut tidak terbukti dan merupakan informasi yang menyesatkan.

Unggahan tersebut disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa datangnya 40.000 alat tes virus Corona oleh pemerintah merupakan sebagai bagian yang direncanakan untuk melakukan pembunuhan massal.

Baca Juga: Berbeda 45 Tahun, Nenek Ini Merasa Kesepian Selama Karantina karena Jauh dari Kekasihnya

Gambar dari tangkapan layar tersebut juga dibagikan oleh masyarakat dan pengguna media sosial seperti Facebook.

Dalam penyebarannya di media sosial, unggahan tersebut ditambahkan dengan kata-kata, "Hati-hati orang Jawa Barat dan sekitarnya. Ada sekitar lima ribu ulama yang mau di tes Covid-19. PKI itu keji".

Diketahui bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat mempunyai alasan yang jelas dan mendasar dalam melaksanakan tes pemeriksaan Covid-19 kepada 5.000 ulama yang ada di Jawa Barat.

Para ulama tersebut tentu mengajar di pesantren, dan pesantren berpotensi untuk menjadi klaster baru penularan virus Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Soal Pernyataan Pandji, Budiman Sudjatmiko: Harus Dibantah, Jangan Dipidanakan

Selain itu juga para ulama dan kyai tersebut sering menerima tamu di pesantren atau kediaman mereka.

Dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari akun Instagram Jabar Saber Hoaks pada Kamis, 21 Januari 2021dikatakan bahwa para ulama dan kyai juga sering bersalaman dengan para santri mereka.

Sedangkan alat tes Covid-19 yang disebut berbahaya oleh Menteri Dalam Negeri Australia adalah alat tes yang dibeli secara rumahan.

Kemudian juga alat tes yang dibuat sendiri dan diedarkan secara daring di situs-situs penjualan yang ada.

Baca Juga: Cek Fakta: Pemerintah Dikabarkan Akan Matikan Internet di Jam Tertentu untuk Pantau Warga

Sementara alat tes yang dikirim dari Tiongkok ke Indonesia hanya bisa dilakukan dan diakses di fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten atau kota.

Terkait dengan alat tes yang dijual secara daring, Kementerian Kominfo sedang dan akan melakukan penyisiran, dan menurunkan alat tes tersebut yang dijual di pasar daring.***

Editor: Puji Fauziah

Sumber: JABAR SABER HOAKS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah