Sarung Tangan Petugas Rapid Test Dikabarkan Berpotensi Tularkan Virus Corona, Simak Faktanya

- 2 Juni 2020, 21:00 WIB
Pemeriksaan swab dan rapid test di klaster penularan Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat, Minggu (31/5/2020).*

PR BEKASI - Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp yang mengatakan bahwa adanya bahaya dari sarung tangan yang dikenakan petugas rapid atau swab test.

Dalam pesan berantai tersebut disebutkan sarung tangan petugas berbahaya lantaran bisa menularkan virus corona atau Covid-19 disebabkan sarung tangan yang digunakan tidak diganti dari orang yang dites sebelumnya.

Dilansir dari tim pencari fakta Mafindo oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com, pesan berantai yang telah beredar tersebut adalah salah dan masuk dalam kategori False Content.

Baca Juga: Meski 15 Daerah di Jawa Barat Diizinkan Terapkan AKB, Epidemiolog Sebut Belum Ada Satu pun yang Siap 

Berikut narasi dalam pesan berantai yang telah beredar di Whatsapp dan telah menggegerkan sebagian warga di Semarang, Jawa Tengah.

"Mohon menjadi perhatian bagi diri kita sendiri maupun keluarga dan kolega Anda semua. Bila tiba-tiba Anda/panjenengan terjebak dalam oprasi rapid test dadakan/ujug-ujug datang petugas yang mengharuskan mengikuti rapid test, maka perlu diperhatikan sarung tangan petugas.

"Kalau sarung tangan yang dipakai hanya itu-itu saja (satu) yang dipakai, tanpa ganti-ganti, di mana setelah petugas itu pegang orang/pasien yang rapid test, kemudian tanpa ganti sarung tangan petugas lalu memegang anda/panjenengan, maka disinilah letak rawannya penularan virus nya karena kita enggak tahu dan petugas pun enggak tahu, apakah orang yang dipegang sebelum kita tadi, orang tersebut positif/reaktif atau negatif. Jadi penularan bukan karena kita berada di tempat umum saja, akan tetapi saat rapid test dilakukan massal," bunyi pesan berantai tersebut.

Baca Juga: Di Tengah Lokasi Pengungsian, Kamp Rohingya di Bangladesh Umumkan Kasus Kematian Covid-19 Pertama 

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Semarang Abdul Hakam menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X