Pemuda Meninggal Usai Cabut Gigi, Keluarga Tuntut RS Hampir 4 Miliar

- 5 Februari 2024, 18:50 WIB
Foto ilustrasi, keluarga pemuda di Tiongkok menuntut RS setelah anaknya tewas usai cabut gigi.
Foto ilustrasi, keluarga pemuda di Tiongkok menuntut RS setelah anaknya tewas usai cabut gigi. /kabar-sumedang.com/DOK pixabay/

PATRIOT BEKASI - Seorang pria asal Tiongkok bernama Wang, tewas akibat tindakan cabut gigi ganda yang berakhir menyebabkan perdarahan intrakranial.

Pria berusia 23 tahun ini sebelumnya pergi ke Rumah Sakit Rakyat Kuiyong di Shenzhen untuk mengobati sakit giginya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokter gigi memutuskan untuk dilakukan tindakan cabut gigi.

Baca Juga: Bikin Resah, 27 Pelaku Kejahatan Diamankan Polres Metro Bekasi

Pada saat itu Wang menyetujuinya dan dilakukan pencabutan dua giginya.

Usai dilakukan pencabutan Wang diminta untuk melakukan rontgen gigi, namun saat dia bangkit dari kursi, dia tiba-tiba kehilangan kesadaran dan jatuh.

Selanjutnya Wang dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan darurat, dan dokter di sana menemukan bahwa dia menderita pendarahan intrakranial setelah tindakan cabut gigi ganda.

Pemuda tersebut menjalani kraniotomi darurat serta dalam kondisi koma selama 14 hari.

Wang akhirnya meninggal setelah melakukan perawatan ekstra di rumah sakit tersebut.

Kini kasus tersebut jadi perbincangan publik dan jadi perselisihan hukum dengan Rumah Sakit Shanzen.

Pihak keluarga menuntut rumah sakit akibat dinilai telah melakukan kelalaian yang menyebabkan kematian.

Pihak keluarga Wang menuntut kompensasi sebesar 1,8 juta yuan ($251.000) atau sekira 3.947.979.000 namun rumah sakit hanya bersedia membayar 600.000 yuan ($84.000) atau sekira 1.321.236.000.

Guna memperkuat barang bukti kematian, jenazah Wang untuk sementara belum dikremasi dengan menyimpanya di rumah duka selama lima bulan terakhir.***

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah