Tepis Tudingan 'Melembek' Usai Hentikan Penyidikan Koruptor, KPK: Sjamsul Nursalim Manusia Bebas dan Benar

- 9 April 2021, 13:45 WIB
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menepis tudingan bahwa KPK melemah karena hentikan penyidikan koruptor lewat SP3 kasus BLBI Sjamsul Nursalim.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menepis tudingan bahwa KPK melemah karena hentikan penyidikan koruptor lewat SP3 kasus BLBI Sjamsul Nursalim. /Antara

PR BEKASI - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron turut menanggapi kisruh penerbitan SP3 terhadap dugaan kasus korupsi BLBI yang menjerat Sjamsul Nursalim.

Sebagai informasi, KPK mengeluarkan SP3 perdana mereka sejak lembaga penegak hukum itu berdiri untuk pasangan suami istri Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim pada Rabu, 31 Maret 2021.

Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Baca Juga: Dicolok Matanya hingga Dihina 'Gila' oleh Desiree Tarigan dan Bams Eks Samson, ART Lapor ke Komnas Perempuan 

Pasangan suami istri tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus BLBI yang terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp4,58 triliun.

Pada 13 Mei 2019, KPK menerbitkan surat perintah penyidikan dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim, karena diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dengan Syafruddin Aryad Temenggung.

Pada 9 Juli 2109, MA mengabulkan kasasi Syafruddin Aryad Temenggung dan menyatakan dia terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya.

Akan tetapi, MA memutuskan perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana sehingga melepaskan Syafruddin Arsyad Temenggung dari segala tuntutan hukum pada 9 Juli 2019.

Baca Juga: KPK Terbitkan SP3 Sjamsul Nursalim, Mahfud MD Janji Buru Aset Utang BLBI Lebih dari Rp108 Triliun 

Menanggapi hal tersebut, Nurul Ghufron mengingatkan jangan menganggap bahwa KPK menghentikan penyidikan koruptor.

Argumentasi tersebut disampaikan Nurul Ghufron dalam acara Dua Sisi yang tayang dalam kanal YouTube tvOne News.

"Jangan dianggap KPK menghentikan penyidikan koruptor," tutur Nurul Ghufron.

Menurutnya, semua masyarakat termasuk tersangka adalah manusia yang bebas dan benar sebelum adanya putusan berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga: Kemenag Siapkan 86 Lokasi Pemantauan Hilal, Penentuan Tanggal 1 Ramadhan Akan Digelar pada Isbat 12 April 2021 

"Kita sebagai negara hukum, maka sebelum ada keputusan hukum yang berkekuatan hukum tetap semua anak negeri termasuk tersangka itu sebagai manusia yang bebas dan benar. Belum dinyatakan bersalah, termasuk Sjamsul Nursalim," ujar Nurul Ghufron.

Selain itu, Nurul Ghufron mengungkap, majelis hakim MA memutuskan perbuatan Syafruddin Arsyad Temenggung terbukti, tetapi tidak melanggar dalam perspektif perdata.

Oleh karena itu, KPK harus menerima putusan majelis hakim tersebut dan mengeluarkan SP3 bagi Sjamsul Nursalim lantaran tidak terbukti melanggar dalam perspektif pidana.

"Tidak ada yang dapat kami lakukan atas perbuatan yang bersama-sama dengan Sjamsul Nursalim, Syafruddin Arsyad Temenggung," tutur Nurul Ghufron.

Baca Juga: Puji KPK Terbitkan SP3 Hentikan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Otti Hasibuan: Mereka Telah Tegakkan Keadilan 

Terkait putusan menerbitkan SP3 bagi Sjamsul Nursalim, KPK mendasari terhadap keputusan kasasi oleh majelis hakim MA.

"Kami kemudian juga tidak galau dan tidak takut dibully. KPK sekali lagi menghormati keputusan kasasi," kata Nurul Ghufron, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Jumat, 9 April 2021.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Dua Sisi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x