Djoko Tjandra Ditangkap, Bambang Soesatyo: Belum Cukup Memuaskan, Masih Ada Puluhan Buronan Koruptor

- 1 Agustus 2020, 14:35 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo.* /Instagram @bambang.soesatyo/

PR BEKASI - Buronan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terkait hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra akhirnya berhasil ditangkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Kamis, 30 Juli 2020 malam.

Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia berkat kerja sama antara Kepolisian Indonesia dan Malaysia. Penangkapan buronan selama 11 tahun ini dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Banyak pihak menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan Bareskrim Polri menangkap Djoko Tjandra yang sempat leluasa berkeliaran di Indonesia. Apresiasi itu juga datang dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo.

Baca Juga: Dinilai Bantu Dalam Pemulihan Ekonomi Pascapandemi, Peneliti: Kontribusi Perempuan Sangat Besar 

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI, Sabtu 1 Agustus 2020, Bambang Soesatyo mengatakan penangkapan Djoko Tjandra membuktikan bahwa pimpinan Polri mampu mengatasi berbagai hambatan, termasuk hambatan internal dalam tugas mencari dan menangkap buronan kelas kakap.

loading...

Akan tetapi dengan keberhasilan ini, dikatakan dia, perlu adanya sinergitas antara Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memburu puluhan buronan koruptor lainnya.

"Namun, keberhasilan menangkap Djoko Tjandra ini dinilai belum cukup untuk memuaskan rasa keadilan bersama. Lantaran, publik masih mencatat puluhan buronan koruptor yang hingga kini masih belum berhasil ditangkap oleh aparat penegak hukum," ucap Bambang Soesatyo.

Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Kabar Tiongkok Uji Coba Vaksin di Indonesia Karena Kekurangan Monyet 

Kata dia, masyarakat masih ingat Djoko Tjandra sempat menghilang dan terus bersembunyi sejak awal tahun 2000-an. Meski berstatus buronan, Djoko Tjandra masih dengan leluasa untuk keluar-masuk Indonesia.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X