Jakarta Terapkan PSBB Ketat, Dishub: Volume Kendaraan Sepekan Turun hingga 19 Persen

- 21 September 2020, 14:25 WIB
Dokumentasi. Kondisi lalu lintas di Malaysia dengan mobil dan motor
Dokumentasi. Kondisi lalu lintas di Malaysia dengan mobil dan motor //Reuters

PR BEKASI – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan bahwa selama sepekan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta terjadi penurunan yang fluktuatif.

Penurunan tersebut pada volume kendaraan masuk ke Ibu Kota mulai dari lima persen hingga 19 persen.

"Hasil evakuasi kami untuk volume lalu lintas, terjadi penurunan jumlah kendaraan bermotor, memang fluktuatif lima sampai 19 persen selama seminggu," kata Syafrin saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara, Senin, 21 September 2020.

Baca Juga: Tenaga Kesehatan Lelah, Satgas Covid-19: Masyarakat harus Patuhi Protokol Kesehatan

Meski terjadi penurunan volume kendaraan, tapi hanya sedikit terjadi peningkatan kecepatan lalu lintas.

"Kecepatan lalu lintas memang ada peningkatan juga, tetapi memang tidak begitu signifikan, sekitar 2-3 persen," kata Syafrin.

Sementara dari kendaraan yang masuk ke Jakarta, kendaraan bermotor roda dua merupakan kendaraan yang mendominasi dibandingkan kendaraan bermotor roda empat.

Baca Juga: Enam Jenazah Ditemukan di Malaysia, KJRI Konfirmasi Itu TKI Ilegal Asal Indonesia

Diketahui bahwa untuk kendaraan umum antarkota terjadi penurunan sebanyak 22 persen selama PSBB yang dilakukan di Ibu Kota.

"Sementara penumpang antarkota antarprovinsi turunnya 44 persen, cukup signifikan turunnya seminggu kemarin," ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali berlakukan lagi PSBB secara ketat sejak Senin, 14 September 2020.

Baca Juga: Diduga Ada Oknum Internal pada Kasus Nurhadi, ICW dan Lokataru Desak MA Bentuk Tim Investigasi

Juga di bidang transportasi ada pembatasan jumlah penumpang dalam kendaraan baik pribadi dan umum yang diatur dalam SK Kadishub 156/2020.

Untuk kendaraan umum delain diwajibkan penumpang dan sopirnya menggunakan masker, pembatasan kapasitas sebanyak 50 persen diterapkan.

Selain itu, sanksi progresif juga turut berlaku bagi pelanggaran aturan PSBB di sektor transportasi.***

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: Permenpan RB


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x