60 Tahun Menjadi Ekskul Wajib: Menilik Sejarah Pramuka di Indonesia

- 3 April 2024, 06:55 WIB
Ilustrasi ekstrakurikuler pramuka.
Ilustrasi ekstrakurikuler pramuka. /Antara/Agus Bebeng/

 

PATRIOT BEKASI - Pada tanggal 28 Maret 2024, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Gerakan Pramuka. Aturan baru ini mengejutkan banyak pihak, salah satunya karena menghilangkan kewajiban Pramuka sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Sebelumnya, Pramuka telah menjadi ekstrakurikuler wajib bagi siswa di Indonesia selama lebih dari 60 tahun. Keputusan Nadiem untuk menghapus kewajiban ini menuai berbagai pro dan kontra.

Pramuka, singkatan dari Praja Muda Karana, merupakan organisasi kepanduan yang didirikan di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961. Namun, sejarah Pramuka di Indonesia jauh lebih panjang dari itu, dimulai sejak awal abad ke-20.

Baca Juga: Jadi Tersangka Pembunuhan, Wanita di Tangerang Ngaku Tusuk Korban Gegara Kesal

Awal Mula Kepanduan di Indonesia

Gerakan kepanduan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1912 oleh organisasi Belanda, Nederlandsch Padvinders Organisatie (NPO). Seiring waktu, muncul berbagai organisasi kepanduan lain, baik yang didirikan oleh Belanda maupun oleh pemuda Indonesia sendiri.

Pada tahun 1926, beberapa organisasi kepanduan nasional bersatu dan membentuk Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).

Perkindo kemudian menjadi wadah bagi berbagai organisasi kepanduan di Indonesia, termasuk Hizbul Wathan (HW) dari Muhammadiyah, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dari Taman Siswa, dan Nationale Padvinders Vereeniging (NPV) yang didirikan oleh orang-orang Indo-Eropa.

Masa Penjajahan dan Perjuangan Kemerdekaan

Pada masa penjajahan Jepang, Perkindo dibubarkan dan digantikan dengan Seinendan. Seinendan merupakan organisasi semi-militer yang bertujuan untuk membantu Jepang dalam perang.

Namun, semangat kepanduan tidak padam. Para pemuda Indonesia tetap aktif dalam kegiatan kepanduan secara diam-diam, bahkan menggunakannya sebagai wadah untuk melatih diri dan mempersiapkan perjuangan kemerdekaan.

Pasca Kemerdekaan dan Lahirnya Pramuka

Setelah kemerdekaan Indonesia, berbagai organisasi kepanduan kembali muncul. Pada tahun 1961, atas prakarsa Presiden Soekarno, beberapa organisasi kepanduan nasional dileburkan menjadi satu, yaitu Gerakan Pramuka.

Perjalanan Pramuka di Era Modern

Sejak didirikan, Pramuka telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Pada masa Orde Baru, Pramuka menjadi organisasi wajib bagi semua siswa di Indonesia.

Saat ini, meskipun tidak lagi wajib, Pramuka tetap menjadi organisasi yang populer di kalangan pemuda Indonesia. Pramuka terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman, dengan fokus pada pendidikan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.***

Editor: M Hafni Ali


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x