Kabar Baik, Australia Segera Uji Coba Vaksin Virus Corona Pekan Depan

- 27 Maret 2020, 12:43 WIB
ILUSTRASI vaksin COVID-19.*
ILUSTRASI vaksin COVID-19.* /PIXABAY/

PIKIRAN RAKYAT - Australia akan melakukan uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) kepada 4.000 tenaga medis untuk melawan virus corona atau COVID-19 pekan depan.

Dikutip Pikiranrakyat-bekasi.com dari Reuters, para peneliti Australia meyakini bahwa vaksin Bacillus Calmetter Guerin (BCG) mampu untuk memerangi virus corona sebab vaksin tersebut mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Vaksin yang telah diberikan kepada lebih dari satu juta anak pertahun di berbagai negara itu memang tidak berfungsi menyembuhkan penyakit, namun dia akan berguna untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh seseorang.

Baca Juga: Lawan Dampak Virus Corona, Rupiah dan IHSG Kembali Dibuka Menguat 

Ribuan tenaga medis yang ikut serta menggunakan vaksin akan dipantau melalui sebuah perangkat lunak yang terpasang di ponsel mereka.

Uji coba yang dilakukan berada di bawah pengawasan Murdoch Children's Research Institute (MCRI) yang berbasis di Melbourne.

Mereka menanam dua vaksin TBC kepada para tenaga medis sehingga sejumlah dari tenaga medis ada yang menggunakan vaksin yang memiliki sedikit efek samping dan sisanya menggunakan vaksin plasebo.

Pihak pengembang mengharapkan vaksin ini akan memberikan reaksi dalam waktu enam bulan.

Baca Juga: Update Virus Corona di Bekasi: Pasien Positif Bertambah 5 Orang dan 1 Orang Sembuh 

"Ini adalah repurposing vaksin yang sangat lama untuk tujuan baru," kata Nigel Curtis, ketua kelompok penyakit menular di MCRI.

Pengembang vaksin tersebut juga bergabung dalam uji coba di Belanda, Amerika Serikat, dan di tempat lain.

Hingga 26 Maret 2020, Australia telah mencatat hampir 3.000 infeksi dan 12 kematian.

Sejak virus corona baru ini muncul untuk pertama kalinya, peneliti dari berbagai negara memang sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin.

Baca Juga: Lewati Tiongkok, Amerika Serikat Berpotensi Jadi Episentrum Baru Penyebaran Virus Corona 

Namun, ketika virus corona atau COVID-19 ini telah dinyatakan sebagai pandemi dan telah menjangkit ratusan ribu orang di dunia, para pengembang mempercepat masa penelitian dan kini tengah berlomba untuk mengadakan uji coba.***

 

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: REUTERS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah