Guguran Awan Panas Membumbung Tinggi Saat Gunung Semeru Erupsi, BNPB Belum Pastikan Adanya Korban Jiwa

4 Desember 2021, 19:12 WIB
Gunung Semeru mengalami erupsi. /ANTARA FOTO/Seno/rwa/aa

 

PR BEKASI – Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi pada Sabtu, 4 November 2021, pukul 15.20 WIB.

Erupsi ditandai dengan munculnya guguran awan panas dari kawah Gunung Semeru.

Awan panas tersebut bergerak mengarah ke Besuk Kobokan Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojoyo, Kabupaten Lumajang.

Erupsi Gunung Semeru juga diikuti dengan keluarnya lava pijar.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, KESDM Imbau Masyarakat agar Tak Beraktivitas di Radius 1 Kilometer dari Kawah

Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pusat guguran lava pijar berada 500 meter di bawah kawah.

Guguran lava pijar meluncur sekitar 500 hingga 800 meter ke arah kaki Gunung Semeru.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari akun Twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), belum diketahui adanya korban jiwa dalam erupsi Gunung Semeru.

BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan telah bergerak ke lokasi, mengantisipasi guguran awan panas yang berbahaya.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Juragan 99 Unggah Kondisi Wilayah Malang, Sore Gelap Gulita hingga Jembatan Putus

Tim bergerak menuju Candipuro-Pronojiwo untuk memantau, mengevakuasi, mendata, dan tindakan lainnya.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian 3676 meter.

Terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Gunung Semeru termasuk gunung berapi yang aktif.

Dari tahun 1967 hingga 2020, Gunung Semeru terus menerus menunjukkan aktivitas dengan intensitas letusan bervariasi.***

Editor: Nopsi Marga

Sumber: Twitter @BNPB_Indonesia

Tags

Terkini

Terpopuler