Tinjau Lokasi Proyek MRT dan LRT di Jatimulya, Puluhan Warga Hadang Tim Pemkab Bekasi

2 September 2020, 08:06 WIB
Tim Pemkab Bekasi meninjau lokasi proyek pembangunan MRT dan LRT, Selasa, 1 September 2020. /Instagram/ @infobekasi

PR BEKASI – Tim Pemerintah Kabupeten Bekasi meninjau proyek pembangunan transportasi Mass Rapid Transit (MRT) dan Depo Light Rail Transit (LRT) yang sempat mengalami sengketa dengan warga pada Selasa, 1 September 2020.

Sebelumnya, konstruksi sempat terhambat karena pembangunan yang menggunakan lahan jembatan layang (overpass) di KM 18+300 Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan akan merubuhkan jembatan dua yang biasa digunakan warga Jatimulya.

Tim Pemeritah Kabupaten Bekasi meninjau jembatan dua yang membentang di atas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 18+300 disaksikan oleh puluhan warga Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan.

Baca Juga: PMI Industri Manufaktur Indonesia Unggul Dibanding Negara ASEAN Lainnya, Menperin: Ini Kabar Gembira

Untuk melanjutkan kembali protek pembangunan Depo LRT, jembatan tersebut rencananya ditutup hari ini, tetapi kegiatan itu ditiadakan sebab ada penolakan dari warga.

Syarifudin, Kasie Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Jatimulya, memberikan terkait keterangan penolakan tersebut. Dirinya hadir pada saat Tim Pemkab Bekasi menunjau jembatan dua.

Baca Juga: Usai Ditemukan di Jakarta dan Surabaya, Kini Mutasi D614G Juga Ditemukan di Yogyakarta dan Jateng

"Saat ini, masyarakat masih menunggu kesiapan PT. Adhi Karya untuk mencari solusi soal permintaan warga," ujar Syarifudin, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Instagram Info Bekasi pada 2 September 2020.

Tim dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi dipimpin Kepala Dinas, Aat Barhati Kartaatmaja, meneliti Analisa Dampak Lalu lintas (Amdal Lalin) pembangunan Depo LRT di RW 07 Kelurahan Jatimulya.

Berdasarkan penuturan Aat, peninjauan itu dilakukan sesuai hasil rapat draft dokumen Amdal Lalin Pembangunan Depo LRT Jabodetabek.

Baca Juga: Tidak Kapok, Majalah Charlie Hebdo Segera Rilis Ulang Karikatur Kontroversial Nabi Muhammad

"Konsultan sudah mengajukan draft gambar, hari ini kita cek lapangan," ujar Aat sambil mengatakan pihak kontraktor proyek telah mencari solusi.

Ketika proses peninjauan berlangsung, sejumlah warga yang menyaksikan peninjauan tersebut menghadang tim Pemkab Bekasi. Warga Jatimulya meminta ketegasan PT. Adhi Karya untuk segera mencari solusi membangun jembatan pengganti.

"Kalau belum ada pengganti warga akan tetap menolak," kata Raban, tokoh masyarakat RW 07 Kelurahan Jatimulya yang menghadang rombongan.

Baca Juga: Disebut Ucapkan Kata-kata Tak Pantas, Adik Vicky Prasetyo Akan Laporkan Balik Angel Lelga

Sementara itu, warga lain memberikan solusi alternatif bagi PT. Adhi Karya untuk membebaskan lahan lain sebagai pengganti jembatan dua.

Tidak adanya kejelasan terkait solusi tersebut membuat warga mudah terpancing emosi.

"Bebaskan lahan untuk LRT saja sanggup, masa untuk jembatan pengganti tidak bisa," ujar Irwanto, Ketua Karang Taruna Jatimulya.

Baca Juga: Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi Ungkap Tiga Jalur Penyaluran BLT Rp2,4 Juta

Penghadangan warga terhadap tim peninjau dari Pemkab memberikan hasil akan diadakannya perundingan lebih lanjut antara pihak PT. Adhi Karya dengan perwakilan warga pada Kamis, 3 September 2020.***

Editor: Ikbal Tawakal

Tags

Terkini

Terpopuler