MK Sebut UU Cipta Kerja Tak Sesuai UUD 1945, Refly Harun: Memang Kadang-kadang Aneh

- 25 November 2021, 19:37 WIB
Refly Harun menanggapi keputusan MK yang mengatakan UU Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945.
Refly Harun menanggapi keputusan MK yang mengatakan UU Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945. /ANTARA/Wahyu Putro A

PR BEKASI - Pakar hukum tata negara Refly Harun mengomentari keputusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja disebut MK bertentangan dengan UU Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selain itu, Undang-Undang tersebut dinilai MK tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat secara bersyarat.

Baca Juga: Kasus Haikal Hassan Mimpi Bertemu Rasulullah SAW akan Diperiksa Lagi, Refly Harun Tak Habis Pikir: Buat Apa?

Dikatakan Refly Harun bahwa penolakan MK terhadap UU Cipta Kerja ini merupakan pembelajaran bagi pemerintahan.

Selain itu juga pembelajaran bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang disebutnya ugal-ugalan ketika membuat undang-undang.

"Ini pembelajaran bagi pemerintah dan juga DPR yang ugal-ugalan dalam membuat Undang-Undang. Termasuk Undang-Undang Cipta Kerja, membuat Perpu yang ugal-ugalan, membuat Undang-Undang Minerba yang ugal-ugalan," kata Refly Harun.

Baca Juga: Wanita yang Cekcok dengan Ibunda Arteria Dahlan Mengaku Khilaf, Refly Harun: Pasti Stres Ini Orang

"Tidak menyertakan publik dalam proses pembentukan undang-undangnya," sambungnya, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube Refly Harun pada Kamis, 25 November 2021.

Halaman:

Editor: Elfrida Chania S

Sumber: YouTube Refly Harun


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X