Penjual Es Tebu di Kudus Ditangkap Densus 88, Ketua RT: Dia Selalu Beralasan Ketika Didata

- 1 Oktober 2020, 20:30 WIB
Ilustrasi densus 88 yang mengamankan terduga teroris.
Ilustrasi densus 88 yang mengamankan terduga teroris. /Antara

Pada waktu yang lain, Ketua RT setempat, Sulistiyanto memberikan keterangannya.

Dia mengatakan bahwa RK tinggal di sana bersama istri dan anaknya. Namun istrinya sudah dipulangkan ke Kudus setelah melahirkan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, RK tinggal di Pamotan kurang lebih sudah satu tahun. Ditinjau dari aktivitasnya, tidak ada yang mencurigakan.

Dia mengutarakan bahwa sehari-hari bersangkutan biasa berjualan es tebu dan salat berjamaah dengan warga di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Jabar Tembus Angka 22.000, Pemprov Galakkan Lagi Gerakan 3M 

"Kesehariannya penjual es tebu, interaksinya dengan warga kurang mungkin karena kesibukan kerja. Tapi rajin salat berjamaah di musala, tapi memang saat pendataan warga dari Kepala Desa. Dia selalu beralasan, " ujarnya.

Berdasarkan pemantauan kondisi terkini rumah kontrakan yang ditempati RK tampak sepi dan terkunci. Hanya ada mesin penggiling tebu yang digunakan berjualan es tebu tergelak di halaman rumah itu.***

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x