Anaknya Pernah Dipermainkan Pelayanan Publik, Mahfud MD Jelaskan Pentingnya SPBE di Indonesia

- 27 Oktober 2020, 16:01 WIB
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD/Instagram @mohmahfuMenteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD/Instagram @mohmahfuMenteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. / @mohmahfudmddmd

PR BEKASI - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjelaskan pentingnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Hal itu dirinya sampaikan dalam acara peluncuran aplikasi umum SPBE di Jakarta pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Dalam acara itu, Mahfud MD juga menceritakan kisah anaknya yang pernah dipermainkan oleh pegawai pelayanan publik. Sehingga dapat terlihat jelas, seberapa penting keberadaan SPBE di Indonesia.

Baca Juga: Muslimah Bercadar Baku Hantam di Film 'My Flag' NU Channel, Felix Siaw: Salah yang Cadaran Apa Sih?

"Anak saya itu dokter, mau mendirikan klinik. Kan harus izin, datanglah dia ke Depnaker di satu tempat. Di jadwal itu dibuka pukul 8.00 sampai 11.00 khusus pelayanan itu," kata Mahfud MD di Jakarta, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara.

Mahfud MD mengatakan bahwa anaknya datang pukul 8.00 karena harus menghadiri kegiatan lainnya pada pukul 10.00 . Anaknya berharap bisa menyelesaikan perizinan itu sebelum pukul 10.00.

"Dia datang pukul 8.00, sampai pukul 10.00. Pejabat (yang berwenang) belum datang. Ya, dia pulang karena pada pukul 10.00 harus mengajar kuliah. Akan tetapi, dia tanya kepada pegawai, kenapa (pejabat itu) enggak datang? (Jawab pegawai), ya, belum datang. Dia tanya, lho, katanya pukul 8.00? (Pegawai jawab) Iya, tapi kan sampai pukul 11.00," kata Mahfud MD menceritakan percakapan anaknya dengan pegawai pelayanan publik itu.

Baca Juga: Petinggi Sunda Empire yang Diklaim Didirikan Alexander The Great Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

Mahfud MD lalu mengatakan, anaknya tidak menunggu pejabat itu datang, dan memutuskan untuk datang besok lagi saja.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah