Studi Terbaru Israel Ungkap Bahaya Pemanis Buatan, Temukan Bakteri yang Berbahaya bagi Usus

7 Oktober 2021, 07:22 WIB
Ilustrasi. Studi terbaru dari Israel menemukan bahwa pemanis buatan yang disetujui FDA dapat menyebabkan bakteri pada usus. /Pixabay

 

PR BEKASI - Sebuah studi terbaru dari Israel menemukan bahwa pemanis buatan yang disetujui FDA dapat menyebabkan bakteri pada usus.

Menurut para ilmuwan Universitas Ben-Gurion, bakteri dari pemanis buatan tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah pencernaan.

"Fakta bahwa bakteri menggunakan penginderaan kuorum untuk berkomunikasi satu sama lain merevolusi pemahaman kita," kata peneliti utama Dr. Karina Goldberg, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari The Jerusalem Post pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Dia juga mengatakan bawah memungkinkan penelitiannya untuk memberikan jawaban yang lebih jelas terkait pemanis buatan.

Baca Juga: Studi: 14 Persen Terumbu Karang di Dunia Hilang dalam Waktu Kurang dari Satu Dekade

"Pemanis buatan mengganggu komunikasi itu, yang menunjukkan bahwa pemanis buatan mungkin bermasalah dalam jangka panjang," kata Dr Karina.

Para peneliti, yang mempublikasikan temuan mereka bulan lalu di International Journal of Molecular Sciences, melihat enam pemanis buatan yang umum digunakan.

Sementara tidak satupun dari mereka yang secara aktif membunuh bakteri.

Terdapat tiga dari enam yang secara signifikan mengganggu komunikasi bakteri.

Untuk menguji pemanis, para ilmuwan menggunakan suplemen olahraga.

Baca Juga: Studi Terbaru Klaim Obat Covid-19 Buatan Merck Efektif Lawan Varian Delta, Pemerintah AS Belum Beri Izin Edar

Mereka memeriksa aspartam, sakarin, sucralose, acesulfame potassium (Ace-K), advantame, dan neotame.

Aspartam, sucralose, dan sakarin ditemukan secara signifikan menghambat komunikasi bakteri.

Setidaknya satu dari tiga ditemukan di semua suplemen olahraga yang mereka uji.

Sementara peneliti Ariel Kushmaro mencatat bahwa ada sedikit label pemanis buatan yang akurat pada produk.

Baca Juga: Malaysia Lakukan Studi Efektivitas Vaksin Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca: Ada Perbedaan Demografi Penerima

Hal itu juga yang menyulitkan untuk mengetahui berapa banyak kandungan setiap produk.

Dia juga menambahkan bahwa penelitian tersebut harus mendorong industri makanan untuk mengevaluasi kembali penggunaan pemanis buatan mereka.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: The Jerusalem Post

Tags

Terkini

Terpopuler