Taliban Larang Perempuan Bekerja, Eks Pegawai Kementerian Perempuan Afghanistan: Tolong!

- 18 September 2021, 06:21 WIB
Sejumlah mantan pegawai Kementerian Perempuan Afghanistan unjuk rasa terkait larangan perempuan untuk bekerja.
Sejumlah mantan pegawai Kementerian Perempuan Afghanistan unjuk rasa terkait larangan perempuan untuk bekerja. /Reuters

Sementara itu, mantan pegawai perempuan Kementerian Perempuan Afghanistan tidak diperbolehkan masuk semenjak Taliban berkuasa.

Baca Juga: Taliban Larang Murid Perempuan SMP-SMA Afghanistan Kembali Sekolah, Ingkar Janji?

Hal ini beriring dengan larangan perempuan untuk bekerja yang dibuat oleh kelompok Taliban sebelumnya.

"Kami telah berjuang selama hampir 40 tahun untuk membawa sistem hukum syariah ke Afghanistan.

"Syariah tidak mengizinkan laki-laki dan perempuan berkumpul dan duduk bersama di bawah satu atap," ujar senior Taliban, Waheedullah Hashimi.

Terkait hal tersebut, sejumlah perempuan mantan pegawai Kementerian Perempuan Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Sebulan Berkuasa, Taliban Larang Siswi Perempuan SMP-SMA Afghanistan Kembali Sekolah

"Tolong perhatikan situasi perempuan di Afghanistan saat ini!" kata seorang pengunjuk rasa, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Reuters pada Sabtu, 18 September 2021.

"Kami satu suara tidak ingin Kementerian Perempuan dibubarkan. Kementerian ini sudah memberdayakan perempuan sejak awal," ujar pengunjuk rasa yang lain.

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, Kementerian Perempuan adalah satu-satunya lembaga yang bertugas memberdayakan perempuan.

Halaman:

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x