Punya 'Marga' yang Sama dengan HRS, Quraish Shihab Enggan Dipanggil Habib

16 November 2020, 19:27 WIB
Ulama Indonesia, Quraish Shihab. /YouTube/ Quraish Shihab

PR BEKASI - Panggilan Habib menjadi perbincangan hangat publik Indonesia semenjak kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab pada 10 November 2020 lalu.

Habib Rizieq mendapat panggilan Habib karena merupakan keturunan Rasulullah SAW yang ke-39. Habib Rizieq merupakan putera Husein bin Muhammad yang sanadnya sampai kepada Al Husein bin Fatimah.

Akan tetapi, di Indonesia terdapat ulama terkenal yang memiliki 'marga' yang sama dengan Imam Besar FPI tersebut, yakni Muhammad Quraish Shihab. Quraish Shihab merupakan cucu Habib Ali bin Abdurrahman, asal Hadhramaut, Yaman.

Baca Juga: Gaduh Kepulangan HRS, Polisi Panggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Walaupun keturunan Rasulullah SAW, Quraish Shihab enggan dipanggil Habib. Ia menyatakan bahwa akhlaknya masih jauh dari yang dicontohkan Rasulullah SAW dan ilmunya masih belum dalam.

"Ilmu saya belum dalam. Akhlak saya belum sesuai dengan yang diajarkan agama," kata Quraish Shihab, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube El Fauzan pada Senin, 16 November 2020.

Tidak hanya enggan dipanggil Habib, Quraish Shihab juga enggan dipanggil Kyai. Menurutnya, gelar Habib dan Kyai sama-sama menuntut tanggung jawab.

Baca Juga: Anies Baswedan: Sanksi Rp50 Juta untuk HRS Bukan Basa-basi

"Karena itu kedudukan yang baik, menuntut tanggung jawab. Kyai pun saya tidak mau digelar Kyai. Kyai itu orang yang dalam ilmunya, yang akhlaknya baik," ujar Quraish Shihab.

Quraish Shihab mengungkap, Habib secara etimologis meiliki makna mencintai dan dicintai. Perilaku antara mencintai dan dicintai harus proporsional dan dimiliki oleh orang bersangkutan.

"Habib itu artinya yang mencintai dan dicintai. Kalau Anda cuma mau mencintai, tidak mau dicintai berarti bertepuk sebelah tangan," ucap Quraish Shihab.

Baca Juga: Rocky Gerung Kagum, Pemuda Non-Islam Ini Mengaku Dirinya Islamofobia di Depan Habib Rizieq

Quraish Shihab juga menambahkan, gelar Habib adalah gelar kehormatan paling tinggi dalam tradisi Islam setelah era Nubuwat dan Sahabat.

"Habib itu gelar kehormatan menurut tradisinya. Bertingkat-tingkat itu seseorang dalam kehormatan. Salah satu tingkatnya adalah Habib," tutur Quraish Shihab.

Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan keengganannya dipanggil Habib walaupun merupakan keturunan Rasulullah SAW. Penulis Tafsir Misbah ini mengatakan ingin berjuang terlebih dahulu memperbaiki akhlak dan memperdalam ilmu yang dimilikinya.

Baca Juga: Wagub Jakarta Imbau Agar Tak Kerahkan Massa Saat Natal, Ernest Prakasa: Minoritas Mah Nurut Aja Lah

"Jadi tidak usah panggil saya Habib. Biar saya berjuang dulu. Mudah-mudahan setelah orang meninggal orang melihat, 'oh itu Habib'. Kalau sekarang tidak." kata Quraish Shihab.***

Editor: Ikbal Tawakal

Tags

Terkini

Terpopuler