Ratusan Dokter Gugur Saat Perang Lawan Covid-19, IDI Desak Pemerintah Serius Bentuk Komite Kesehatan

- 17 September 2020, 13:10 WIB
Ikatan Dokter Indonesia (IDI). /RRI

PR BEKASI – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah untuk serius membentuk komite perlindungan kesehatan.

Dikutip oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI pada Kamis, 17 September 2020 , pembentukan komite perlindungan kesehatan tersebut diperlukan bagi tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi yang menilai, pembentukan komite ini sangat mendesak di tengah banyaknya dokter yang gugur akibat menangani pandemi.

Baca Juga: Kampanye ‘Semua Rp1’, ShopeePay Dorong Adopsi Transaksi Contactless dengan Lebih dari 8 Juta Voucher

“Salah satu upaya konkret yang kita harapkan adalah pemerintah membentuk komite perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan,” kata Adib.

Diketahui bahwa IDI mencatat sudah ada 109 dokter yang meninggal dunia per 10 September 2020, sejak pertama kali menangani COVID-19 di Indonesia yang telah muncul sejak enam bulan terakhir.

Jumlah tersebut terdiri dari 7 guru besar, 53 dokter umum, dan 49 dokter spesialis. Wilayah dengan catatan kematian tertinggi berada di Jawa Timur dengan 29 dokter, Sumatra Utara 20 dokter, dan DKI Jakarta 13 dokter. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga medis lainnya seperti perawat.

Baca Juga: Bukan Benci NKRI, Polisi Ungkap Motif Pelaku Pengguntingan Bendera Merah Putih di Sumedang

Menurutnya, jika seseorang dapat melayani 2.500 pasien, hal tersebut sebanding dengan hilangnya pelayan kesehatan terhadap 300.000 warga.

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X