Anggap UU Cipta Kerja Serupa Covid-19, Rocky Gerung: Jokowi Hanya Tanda Tangan dan Tutup Mata Saja

- 7 Oktober 2020, 16:26 WIB
Pengamat Rocky Gerung.
Pengamat Rocky Gerung. /YouTube

Baca Juga: Jokowi Izinkan Impor Langsung Garam Industri, Susi Pudjiastuti: Punya Petani Lokal Tidak Dibeli 

Rocky Gerung lalu menjelaskan secara detail apa hubungan dan keterkaitan antara kedua UU tersebut.

"Betul karena itu dia paralel, jadi nanti pelanggaran di Omnibus Law ini, kalau itu kebijakan dihasilkan pemerintah dalam upaya, misalnya mem-bail out perusahaan-perusahaan besar yang udah kesulitan keuangan, itu juga akan dilakukan berdasarkan UU Covid, Covid akan dipakai sebagai alasan untuk menalangi utang korporasi besar, kan gak akan ada pidana, jadi pidananya udah dihilangkan di UU Covid, dan dianggap bahwa sampai 2022 tidak boleh ada pidana pada kebijakan pemerintah," tuturnya.

Ia menjelaskan skenario DPR akan bekerja sama dengan Pemerintah dan seolah-olah DPR melakukan hal yang benar di mata masyarakat Indonesia.

"Jadi pelaksanaan Omnibus Law ini sanksinya didasarkan pada diskresi pemerintah di UU Covid, yaitu jangan ada persoalan dan kan akhirnya kita anggap bahwa DPR Justru yang mengizinkan itu, karena gak ada protes dari DPR, jadi nanti rakyat mesti diberitahu bahwa, kita sebagai rakyat dieksploitasi oleh pemerintah dan dibenarkan oleh DPR," ucapnya.

Baca Juga: Kesal dengan Tingkah Para Wakil Rakyat, Warganet Jual Gedung DPR Hanya Rp1.000 di Toko Online 

Rocky Gerung mengumpakannya sebagai 'raksasa kembar', antara UU Covid dengan Omnibus Law, "Jadi sempurnalah semua apa pun yang dilakukan pemerintah tanpa adanya justifikasi dari sisi perundang-undangan," ucapnya.

Alasan Rocky Gerung menyebut UU Covid dengan Omnibus Law ini sebagai 'raksasa kembar' karena memang kedua UU tersebut serupa, lalu raksasa karena kedua UU tersebut akan memangsa semua golongan masyarakat khususnya para pekerja atau buruh.***

Halaman:

Editor: M Bayu Pratama


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah