Para Ilmuwan Peringatkan Badai Matahari Super Kuat Dapat Timbulkan Kiamat Teknologi

4 September 2021, 13:42 WIB
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat yang dapat menimbulkan kiamat teknologi. /Nieuws Feiten

 

PR BEKASI – Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat.

Merek memprediksi badai Matahari tersebut dapat menghapus internet dan menjerumuskan dunia ke dalam kiamat teknologi.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Irvine, telah mengidentifikasi bahaya terbesar bagi keamanan Internet global berasal dari ruang angkasa.

Diketahui, badai Matahari tersebut merupakan jenis yang belum pernah terjadi selama lebih dari 100 tahun.

Baca Juga: Ahli Peringatkan Badai Matahari Kuat di Masa Mendatang, Kekuatannya Dapat Hapus Seluruh Teknologi di Bumi

Untuk dunia yang saat ini bergantung pada Internet untuk kelancaran operasinya, badai matahari memiliki kekuatan untuk mengganggu layanan penting dan menimbulkan kerugian hingga triliunan rupiah.

Menurut Sangeetha Abdu Jyothi, seorang Profesor Ilmu Komputer dan penulis studi tersebut, bahkan beberapa menit pemadaman Internet global akan menjadi bencana besar.

Dalam skenario terburuk, pemadaman bisa berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Menurutnya, para peneliti dan operator Internet sebagian besar tidak mengetahui bahwa hal tersebut adalah ancaman langsung terhadap infrastruktur Internet.

"Dampak badai matahari itu berpotensi menyebabkan pemadaman Internet skala besar di seluruh dunia dan berlangsung beberapa bulan. Bisa dibilang itu adalah kiamat teknologi," katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Express, Sabtu, 4 September 2021.

Baca Juga: Ahli Sebut Badai Matahari Akan Hantam Bumi Hari Ini, Jaringan Listrik dan Komunikasi Diprediksi Terganggu

Badai matahari besar telah menyerang planet ini di masa lalu tetapi ini terjadi sebelum munculnya Internet, teknologi satelit, dan komunikasi berkecepatan tinggi.

Badai matahari terbesar yang pernah tercatat terjadi pada tahun 1859 dan dikenal sebagai Peristiwa Carrington.

Peristiwa tersebut berdampak pada terbakarnya kabel telegraf di Amerika Utara dan Eropa, memicu beberapa kebakaran.

Jika badai matahari kuat ini terjadi seperti peristiwa Carrington pada hari ini, itu akan menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, melumpuhkan satelit, dan menjerumuskan planet ke dalam keadaan kacau balau.

Dalam studinya, Profesor Jyothi mengatakan sekitar 20 hingga 40 juta orang di AS akan hidup tanpa akses listrik hingga dua tahun.

Baca Juga: Selimuti Bumi Selama Beberapa Jam, Badai Matahari Dapat Lumpuhkan GPS dan Sinyal HP

Badai matahari berukuran serupa nyaris menghantam planet ini pada 2012 tetapi nyaris saja meleset.

Profesor Jyothi sekarang telah memperingatkan infrastruktur Internet global mungkin tidak siap untuk peristiwa semacam itu.

Secara khusus, kabel Internet yang membentang di sepanjang dasar laut dapat mengalami kerusakan yang melumpuhkan dan memiliki risiko kegagalan yang lebih besar dibandingkan dengan kabel darat.

Dirinya mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya peristiwa cuaca ruang angkasa ekstrim yang berdampak langsung ke Bumi diperkirakan 1.6 persen hingga 12 persen per dekade.

Baca Juga: Badai Matahari Kuat Hantam Bumi Hari Ini, Jaringan Satelit dan Komunikasi Diprediksi Terganggu

Lebih penting lagi, saat ini Matahari sedang berada dalam periode aktivitas rendah dalam tiga dekade terakhir di mana teknologi di Bumi mulai berkembang.

Kehidupan di Bumi dilindungi dari aktivitas matahari, sebagian besar, oleh atmosfer planet dan medan magnet.

Tetapi perlindungan yang sama tidak berlaku untuk teknologi seperti satelit dan pesawat ruang angkasa.

"Memperhatikan ancaman ini dan merencanakan pertahanan terhadapnya, seperti upaya awal kami dalam makalah ini, sangat penting untuk mencegah kiamat teknologi," tutup Profesor Jyothi.***

Editor: Rinrin Rindawati

Sumber: Express

Tags

Terkini

Terpopuler