Dedek Uki Ungkap Bahar bin Smith Punya Gangguan Jiwa, Bersifat Arogan dan Tak Ingin Dipandang Rendah

- 19 Mei 2021, 19:57 WIB
Dedek Uki nilai Habib Bahar bin Smith punya gangguan jiwa /Instagram/@pecintasayyidbahar_official
Dedek Uki nilai Habib Bahar bin Smith punya gangguan jiwa /Instagram/@pecintasayyidbahar_official /

PR BEKASI - antan Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayuki atau Dedek Uki turut menanggapi gelaran sidang Habib Bahar bin Smith.

Penting diketahui, Habib Bahar bin Smith kembali menjalani lanjutan gelaran sidang dugaan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa, 18 Mei 2021.

Dalam gelaran sidang tersebut, Habib Bahar bin Smith melontarkan argumentasi berupa pengakuan dirinya sebagai cucu ke-29 Nabi Muhammad saw.

Menanggapi hal tersebut, Dedek Uki menilai argumentasi Habib Bahar bin Smith penuh dengan superiority complex.

Baca Juga: Bahar bin Smith Ngaku Cucu Nabi Muhamad ke-29, Habib Luthfi: Ada Keturunan Nabi yang Berakhlak Tak Baik

"Superiority complex," kata Dedek Uki dalam akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com pada Rabu, 19 Mei 2021.

Tangkapan layar cuitan Dedek Prayudi.
Tangkapan layar cuitan Dedek Prayudi.

Adapun superiority complex adalah istilah dalam dunia psikologi berupa gangguan kejiwaan berupa perilaku seseorang yang mempercayai dirinya lebih baik dari orang lain.

Dikutip dari situs Yayasan Pulih, pengidap superiority complex cenderung membuat pernyataan bersifat arogan, tetapi tidak didasari oleh fakta yang ada pada realita.

Baca Juga: Sentil Habib Bahar bin Smith, Eks PSI: Keturunan Nabi Tak Mungkin Habisi Anak di Bawah Umur

Selain itu, pengidap superiority complex juga tidak ingin mendengarkan orang lain dan tidak ingin dipandang rendah oleh orang lain.

Untuk informasi, Habib Bahar bin Smith diadili dalam dugaan kasus penganiayaan sopir taksi online.

Dalam lanjutan gelaran sidang tersebut, Habib Bahar bin Smith berargumentasi bahwa Nabi Muhammad saw akan bertindak tegas selama bukan masalah pribadi.

Contoh kasus yang disertakan dalam argumentasi Habib Bahar bin Smith adalah riwayat Nabi Muhammad saw yang menyuruh Umar bin Khattab dan Abu Bakar untuk membunuh orang yang menghina Rasulullah.

Baca Juga: Semprot Habib Bahar yang Ngaku Cucu Nabi Muhammad Ke-29, Habib Husin: Mestinya Dia Malu

Selain itu, Habib Bahar bin Smith juga mengaku bahwa dirinya acap kali mendapat cacian dari sejumlah orang di media sosial, tetapi sudah memaafkan selama hal tersebut bersifat pribadi.

Oleh karena itu, Habib Bahar bin Smith menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan masalah yang menyangkut urusan pribadi, tetapi tidak bisa diam bila urusannya dengan agama dan keluarga.***

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: Twitter @Uki23


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah