Puji Keputusan Tepat Jokowi Soal PSBB, Erick Thohir: Ekonomi Kita Bisa Bangkit karena 2 Faktor

- 15 Agustus 2020, 16:03 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir.
Menteri BUMN Erick Thohir. /ANTARA/Adam Bariq/

PR BEKASI - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang lebih memilih menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketimbang karantina wilayah atau lockdown.

Diketahui bersama, sejak merebaknya pandemi COVID-19, sejumlah negara di seluruh dunia dengan cepat memutuskan untuk menerapkan kebijakan lockdown sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 agar tidak semakin meluas.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara, Sabtu 15 Agustus 2020, Erick Thohir mengatakan bahwa pemilihan Jokowi untuk tidak menerapkan kebijakan lockdown merupakan suatu keputusan yang tepat.

Baca Juga: UMKM Beromzet di Bawah Rp1 Miliar Gratis Biaya Sertifikasi Halal Kemenag

Adapun alasan keputusan itu tepat, dijelaskan dia, karena dengan tidak menerapkan kebijakan lockdown itu adalah sebagai upaya menyeimbangkan antara pemulihan kesehatan dan juga ekonomi.

"Kebijakan presiden (Jokowi) enggak lockdown itu tepat, karena ada gas dan ada rem. Ya, harus seiring antara kesehatan dan ekonomi, bukan kebalik," ucap Erick Thohir.

Penilaian tersebut diutarakan mantan pemilik klub Inter Milan dalam kesempatan diskusi virtual bertajuk 'Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit' di Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 mencapai angka minus 5,32 persen. Namun, hal itu dinilai lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi yang dialami Singapura yakni mencapai minus 12,6 serta negara-negara lainnya.

Baca Juga: Dijanjikan Dapat Asuransi Kesehatan, Relawan Vaksin COVID-19: Tidak Tahu Besarannya Berapa 

"Kebijakan presiden sudah sangat tepat. Kita juga enggak usah debat lagi. Sekarang kita bicara seperti presiden kemarin tekankan dua hal bijak untuk melakukan lompatan kemajuan," ujar dia.

Untuk diketahui, sektor yang ditekankan Jokowi - dalam Pidato Kenegaraan 'RUU APBN 2021' - adalah untuk melakukan lompatan kemajuan yakni di bidang kesehatan, pangan, dan energi.

“Dua poin ini jadi dasar Indonesia tumbuh. Data prediksi World Bank 4,8 persen pertumbuhan ekonomi kita ke depan. ADB 5,5 persen, IMF 6,1 persen, kita jelaskan lagi kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita pesimistis. Karena itu Indonesia targetkan pertumbuhan ekonomi 4,5 persen-5,5. persen," katanya.

Baca Juga: Cek Fakta: Apakah Asap Rokok Bisa Tularkan Virus Corona Melalui Aerosol ke Perokok Pasif? 

Erick Thohir menambahkan, "Sayang sekali kalau kegiatan yang dilakukan pemerintah baik melalui kementerian maupun Pemerintah Daerah, Pemulihan Ekonomi Nasional, tidak mentransformasi dari strategi besar bangsa."

Dia menyebutkan Indonesia mempunyai dua modal dasar yang kuat untuk bangkit yakni jumlah penduduk besar dan sumber daya alam yang kaya.

"Kita sudah berkali-kali diuntungkan dengan siklus ekonomi yang dulu minyak kayu, batu bara, kelapa sawit, sekarang nikel, bauksit, dan lainnya,” ujar dia.***

Editor: M Bayu Pratama

Sumber: Permenpan RB


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah